Archive

Archive for the ‘Motivasi’ Category

Kesabaran

Desember 18, 2010 Tinggalkan komentar

Sekalipun ada keuntungan untuk menjadi yang pertama, tetapi
terdapat lebih banyak keuntungan dalam menjadi yang terbaik.
Di dunia yang serba instan dan segera ini, layaklah kita melihat
bagaimana melakukan sesuatu secara sepantasnya.

Terburu-buru dan ketidak sabaran adalah bisa berakibat fatal
dan rentan terhadap kesalahan.  Pelajarilah nilai kesabaran.
Sekalipun rasanya seperti anda tertinggal jauh di belakang,
tetapi dengan usaha yang terukur dan tekun, lebih mungkin
anda akan berada di depan.

Kesabaran bukan berarti menunda-nunda pekerjaan.  Kesabaran
berarti mengambil tindakan SEKARANG, yang akan membawa hasil
di masa depan.  Kesabaran berfokus pada hasil terbaik – bukan
pada hasil tercepat atau termudah.  Kesabaran berarti mengerti
bahwa perjalanan panjang memiliki hasil yang panjang pula.

Mulailah dari sekarang, dan bersabarlah.  Siapa yang mencari
hasil segera – akan segera pula kehilangan hasilnya – itupun
kalau mereka bisa mendapatkan hasil.

Memang makan waktu untuk menghasilkan yang terbaik, tetapi
anda sendiri yang akan menikmati hasilnya…

Kategori:Motivasi, Renungan Tag:

10 RESEP SUKSES BANGSA JEPANG

Agustus 13, 2009 2 komentar

1. KERJA KERAS

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. MALU

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah daripertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. HIDUP HEMAT
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Konon orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. LOYALITAS
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. INOVASI
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. PANTANG MENYERAH
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita. Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).

7. BUDAYA BACA
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. KERJASAMA KELOMPOK
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. MANDIRI
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Anak TK (Yochien) di Jepang harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk  embawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua melainkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka  kembalikan di bulan berikutnya.

10. JAGA TRADISI
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang  ehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif  enghindari berkata “tidak”  apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai”  belum tentu “ya” bagi orang Jepang . Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Mungkin seperti itu 10 resep sukses bangsa Jepang. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang  nggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor “non-teknis” yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk bagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.

sumber : Romi Satria Wahono

Kategori:Motivasi Tag:

Sebuah Renungan Tentang KESUKSESAN

Juli 11, 2009 3 komentar

Sukses Itu Sederhana,
Sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya,

Sukses itu tidak serumit serahasia seperti kata Robert Kiyosaki atau

Tung Desem Waringin/the secret,
Sukses itu tidak perlu dikejar, SUKSES adalah Kita..
karena kesuksesan terbesar ada pada diri Kita sendiri…

Bagaimana Kita tercipta dari pertarungan jutaan sperma
untuk membuahi 1 ovum, itu adalah sukses pertama Kita!
Bagaimana Kita bisa lahir dengan anggota tubuh sempurna
tanpa cacat, itulah kesuksesan Kita kedua

Ketika Kita ke sekolah bahkan bisa menikmati studi S1, di
saat tiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu
bayar SPP, itulah Sukses Kita Ketiga…

Ketika Kita bisa bekerja di perusahaan bilangan segitiga
emas, di saat 46 juta orang menjadi pengangguran, itulah
Kesuksesan Kita Keempat…

Ketika Kita masih bisa makan tiga kali sehari, di saat ada
3 juta orang mati kelaparan setiap bulannya itulah
Kesuksesan Kita ang Kelima…

Ketika Kita masih bisa bermain dengan anak dan Suami/
Istri Kita, di saat banyak orang yang lebih mementingkan
pekerjaan dibanding keluarga
itulah kesuksesan Kita Keenam...
dan seterusnya…………….

Sukses terjadi setiap hari, Namun Kita tidak pernah
menyadarinya… Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku
laris supaya bukunya bisa terus-terusan jadi best seller
dengan membuat sukses menjadi hal yang rumit dan sukar
didapatkan.. . Meskipun sebenarnya sukses itu sering
didapatkan.

Sukses tidak melulu soal harta, rumah mewah, mobil sport,
jam Rolex, pensiun muda, menjadi pengusaha, punya kolam
renang/helikopter, punya istri cantik / suami tampan &
resort mewah di Karibia…

Sukses adalah mencintai & bangga terhadap diri Kita
sendiri, mengerjakan apa yang Kita sukai kapan saja dan di
mana saja….

Sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala
rahmat Tuhan, sukses yang sejati adalah menikmati &
bersyukur atas setiap detik kehidupan Kita, pada saat Kita
gembira, Kita gembira sepenuhnya, sedangkan pada saat Kita
sedih, Kita sedih sepenuhnya, setelah itu Kita sudah harus
bersiap lagi menghadapi episode baru lagi.

Sukses sejati adalah hidup benar di jalan Tuhan, hidup
baik, tidak menipu, saleh & selalu rendah hati, Sukses itu
tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan,
tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit, sukses
sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan dan
kekurangan Kita apa adanya dengan penuh syukur.

Pernahkah Kita menyadari?

Kita sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang,
uang hanyalah alat tukar, Kita sebenarnya membeli rumah
dari waktu Kita.

Ya, Kita mungkin harus kerja siang malam utk bayar KPR
selama 15 tahun atau beli mobil/motor kredit selama 3
tahun. Itu semua sebenarnya Kita dapatkan dari membarter
waktu Kita, Kita menjual waktu Kita dari pagi hingga malam
kepada penawar tertinggi untuk mendapatkan uang supaya
bisa beli makanan, pulsa telepon dll…

Aset terbesar Kita bukanlah rumah/mobil Kita, tapi diri
Kita sendiri, Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa
digaji puluhan kali lipat dari orang
bodoh… Semakin berharga diri Kita, semakin mahal orang
mau membeli waktu Kita…

Itu sebabnya kenapa harga 2 jam-nya Kiyosaki bicara ngalor
ngidul di seminar bisa dibayar 200 juta atau harga 2 jam
seminar Pak Tung bisa
mencapai 100 juta!!!

Itu sebabnya kenapa Nike berani membayar Tiger Woods &
Michael Jordan sebesar 200 juta dollar, hanya untuk
memakai produk Nike. Suatu produk
bermerk menjadi mahal/berharga bukan karena merk-nya, tapi
karena produk tsb dipakai oleh siapa…

Itu sebabnya bola basket bekas dipakai Michael Jordan
diperebutkan, bisa terjual 80 juta dollar, sedangkan bola
basket bekas dengan merk sama, bila
kita jual harganya justru malah turun…

Hidup ini kok lucu,
Lucu bila setelah Kita membaca tulisan di atas Namun Kita
masih mengejar fatamorgana tersebut ketimbang menghabiskan
waktu Kita yang sangat berharga untuk sungkem sama orang
tua yang begitu mencintai Kita, memeluk hangat pasangan
hidup Kita, bercanda dengan anak kita, mengatakan  
“ I LoveYou” kepada Keluarga yang Kita cintai.

Lakukanlah ini selagi Kita masih punya waktu, selagi Kita
masih sempat, Kita tidak pernah tahu kapan Kita akan
meninggal, mungkin besok pagi,
mungkin nanti malam,

Kategori:Motivasi Tag:

Motivation of The Day : ” Anda Memilikinya, Jadi Gunakanlah! “

Juli 4, 2009 Tinggalkan komentar

Keraguan selalu saja menjadi bagian dari kehidupan kita yang selalu membatasi dan menahan langkah kita untuk berbuat yang terbaik. keraguan membatasi “fighting” dalam semua situasi dan memulai sesuatu yang baru. Terlebih terhadap situasi-situasi yang mengharuskan anda untuk bersaing dan berlomba dengan pihak lain. Keraguan anda dalam melakukan ini biasanya bersumber ke ratusan bahkan jutaan pertanyaan yang sebenarnya mengarah kembali kepada anda. Semua pertanyaan tadi  pada intinya adalah besarnya perasaan rendah diri dan ketakutan yang teramat sangat untuk menjadi orang yang kalah.

Rendah diri atau ketakutan itu biasanya muncul karena anda merasa bahwa anda tidak memiliki kemampuan dan keahlian sehebat orang yang ada disekitar anda. Anda merasa anda tidak sepantasnya untuk ikut bertarung dan berkecimpung di dalam dunia persaingan yang sangat ketat dan butuh perjuangan. Anda selalu beranggapan bahwa anda adalah makhluk inferior dan makhluk kelas dua di dalam dunia ini. Stop! Itu adalah hal terbodoh yang telah anda lakukan dalam hidup anda, yang telah menghancurkan dan meruntuhkan satu persatu kemampuan luar biasa yang anda miliki.

Sebenarnya anda diberikan kemampuan yang luar biasa di dalam pikiran anda. Anda di berikan karunia oleh Allah SWT, suatu pemberian yang luar biasa yang kalau kita mau menyukurinya mungkin tidak cukup bagi anda untuk mengucapkan kata syukur dalam 1 kali 24 jam. Dalam Buku Brian Tracy “Change Your Mind Change Your Life”, mengatakan bahwa anda diberikan otak yang mengagumkan yang  memiliki lebih dari 18 miliar sel. Masing-masing terhubung dengan dan saling menyambung dengan paling sedikit 20.000 sel yang lain. Ini berarti jumlah pemikiran yang mungkin anda hasilkan bisa lebih banyak dari pada jumlah molekul yang ada di alam semesta. Jadi apa lagi yang anda ragukan tentang diri anda? Kalau seorang Tukul mengetahui mengenai hal ini pasti dia akan mengatakan, bahwa anda memiliki processor yang tiga juta miliar tahun di depan yang lebih canggih dibandingkan dengan yang di buat oleh seorang Bill Gates. Jadi bodohlah anda bila anda meragukan kemampuan anda untuk melangkah maju dengan alat super canggih yang anda miliki..

Nah sekarang anda sudah tahu bahwa anda memiliki sesuatu yang luar biasa di dalam diri anda. Jadi buat apa anda ragu? Saya tidak melihat lagi alasan yang kuat bagi anda untuk tidak memulai sesuatu yang luar biasa di dalam diri anda.

Orison Sweet Marden pernah menyatakan dalam suatu kesempatan,

“Tidak ada keberanian besar yang tidak disertai dengan rasa percaya diri dan kepastian, dan sebagian dari perjuangan kita terdapat dalam keyakinan diri bahwa kita mampu menghadapi apa yang sedang kita lakukan “ Jadi marilah kita bangkit dari pemikiran bodoh kita terhadap kemampuan kita sendiri, mari bangun dari keterpurukan dan kalahkan perasaan itu  untuk masa depan dan dunia anda yang lebih baik.

Kategori:Motivasi Tag: