Archive

Archive for the ‘Renungan’ Category

Kesabaran

Desember 18, 2010 Tinggalkan komentar

Sekalipun ada keuntungan untuk menjadi yang pertama, tetapi
terdapat lebih banyak keuntungan dalam menjadi yang terbaik.
Di dunia yang serba instan dan segera ini, layaklah kita melihat
bagaimana melakukan sesuatu secara sepantasnya.

Terburu-buru dan ketidak sabaran adalah bisa berakibat fatal
dan rentan terhadap kesalahan.  Pelajarilah nilai kesabaran.
Sekalipun rasanya seperti anda tertinggal jauh di belakang,
tetapi dengan usaha yang terukur dan tekun, lebih mungkin
anda akan berada di depan.

Kesabaran bukan berarti menunda-nunda pekerjaan.  Kesabaran
berarti mengambil tindakan SEKARANG, yang akan membawa hasil
di masa depan.  Kesabaran berfokus pada hasil terbaik – bukan
pada hasil tercepat atau termudah.  Kesabaran berarti mengerti
bahwa perjalanan panjang memiliki hasil yang panjang pula.

Mulailah dari sekarang, dan bersabarlah.  Siapa yang mencari
hasil segera – akan segera pula kehilangan hasilnya – itupun
kalau mereka bisa mendapatkan hasil.

Memang makan waktu untuk menghasilkan yang terbaik, tetapi
anda sendiri yang akan menikmati hasilnya…

Kategori:Motivasi, Renungan Tag:

Tawadhu

November 13, 2010 Tinggalkan komentar

Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang – orang mukmin yang mengikutimu” (QS As-Syu’ara (26): 215)

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita menjadi orang yang tawadhu’? orang yang tawadhu’ itu adalah orang yang memiliki akhlak mulia yang menggambarkan keagungan jiwa, kebersihan hati dan ketinggian derajat pemiliknya. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang bersikap tawadhu’ karena mencari ridho Allah maka Allah akan meninggikan derajatnya. Ia menganggap dirinya tiada berharga, namun dalam pandangan orang lain ia sangat terhormat. Barangsiapa yang menyombongkan diri maka Allah akan menghinakannya. Ia menganggap dirinya terhormat, padahal dalam pandangan orang lain ia sangat hina, bahkan lebih hina daripada anjing dan babi” (HR. Al-Baihaqi)

Mawlana Sulthanul Awliya’ Syaikh ‘Abdullah Faiz ad-Daghestani berkata, “Mengapakah Nabi Muhammad SAW., menjadi seseorang yang paling terpuji dan terhormat di Hadirat Ilahi? Karena beliau-lah yang paling rendah hati di antara seluruh ciptaan (makhluq) Allah.” Beliau selalu duduk seakan bagai seorang hamba di hadapan tuan pemiliknya, dan selalu pula makan sebagai seorang hamba atau pekerja yang makan di hadapan tuan pemiliknya. Beliau tak pernah duduk di atas meja.

Karena itulah, tak seorang pun mencapai kedudukan seperti beliau di Hadirat Ilahiah, tak seorang pun dihormati dan dipuji di Hadirat Ilahiah sebanyak Penutup para Nabi, Muhammad SAW. Karena itulah, Allah SWT memberikan salam bagi beliau, dengan mengatakan: “As-Salaamu ‘Alayka Ayyuha an-Nabiyyu”, “Keselamatan bagimu, wahai Nabi!”. Allah SWT tidak mengatakan, “Keselamatan bagimu, wahai Muhammad”. Tidak!! Melainkan, “Keselamatan bagimu, Wahai Nabi!” Dan kita kini mengulangi salam dari Allah SWT. bagi Nabi SAW., tersebut minimal sembilan kali dalam shalat-shalat harian kita, saat kita melakukan tasyahhud.

Salam Ilahiah ini tidaklah dikaruniakan bagi siapa pun yang lain. Ini adalah puncak tertinggi suatu pujian dari Tuhan segenap alam bagi Nabi-Nya. Beliau telah mencapai suatu puncak tertinggi di mana tak seorang pun dapat mencapainya, semata karena kerendahhatiannya. Karena itu pula, beliau mewakili Keagungan Allah dalam seluruh ciptaan-Nya. Ego Sang Nabi telah habis dan berserah diri kepada Allah SWT., tak seperti kita, yang selalu terkalahkan oleh egonya sendiri. Seperti misalnya ketika penulisan nama seseorang, kita lupa tidak mencantumkan Bapak atau Ibu atau pangkat atau jabatan orang tersebut. Maka, bisa jadi orang tersebut akan marah karena merasa tidak di hormati atau tidak dihargai. Dan ini saya rasakan ketika saya mencetak kartu undangan pernikahan. Saya serahkan data-datanya ke percetakan, setelah selesai dicetak ada satu nama yang tidak memakai bapak. Dan apa yang terjadi, yang punya nama itu marah dan tidak hadir dalam acara pernikahan tersebut karena merasa tidak dihormati atau dihargai.

Mengapa ego kita selalu saja mendominasi gerak langkah kita? Bisa jadi, karena kita membiarkan setan mengajari diri kita dengan tipu muslihatnya. Kita diajari oleh setan, bagaimana menjadi orang yang terhormat atau menjadi orang yang pertama. Dan kita juga diajari oleh setan bagaimana memiliki ego seperti egonya Fir’aun, Namrudz, Qarun dan lain sebagainya. Karena itulah, setiap orang kini ingin mewakili egonya mereka, bukan untuk mewakili sang penutup para Nabi yaitu Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itu, alangkah baiknya kalau kita menjadi wakil sang penutup para Nabi, bukan sebagai wakil-wakilnya setan yang menyesatkan, yang kesananya akan menjerumuskan kita kedalam azabnya Allah SWT dalam neraka-Nya. Maka, untuk menjadi orang yang mewakili sang penutup para Nabi, kita harus memiliki akhlak seperti beliau, yang salah satunya adalah tawadhu’ (rendah hati). Karena sifat ini telah diwahyukan oleh Allah SWT kepada beliau supaya orang-orang tidak bersikap sombong kepada yang lain, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:

Dari Iyadl bin Himar ra. Berkata Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah telah memberi wahyu kepadaku yaitu kamu sekalian hendaklah bersikap tawadhu’ (merendahkan diri) sehingga tidak ada seseorang bersikap sombong kepada yang lain, dan tidak ada seseorang menganiaya yang lain.” ( HR. Muslim ).

Dan, Abdullah bin Jarullah dalam kitabnya Fadhlu At-Tawadhu wa Dzamu Al-Kibr memberi gambaran kepada kita tentang tanda-tanda orang yang tawadhu’, dia mengatakan bahwa ada enam tanda-tanda tawadhu’ yang harus kita miliki:

PERTAMA, engkau menonjolkan diri terhadap sesamamu, maka engkau sombong. Dan apabila engkau menyatu dalam kebersamaan dengan mereka maka engkau tawadhu’.

KEDUA, apabila engkau berdiri dari tempat dudukmu dan mempersilahkan orang berilmu dan berakhlaq duduk di tempatmu, maka engkau tawadhu’.

KETIGA, apabila engkau menyambut orang biasa dengan ramah dan wajah yang menyenangkan, dengan kata-kata yang akrab, memenuhi undangannya, maka engkau tawadhu’.

KEEMPAT, apabila engkau mengunjungi orang yang lebih rendah setatus sosialnya atau yang sederajat denganmu, atau membawakan barang-barang bawaan yang ada ditangannya, maka engkau tawadhu’.

KELIMA, apabila engkau mau duduk bersama fakir miskin, menjenguk yang sakit, orang-orang yang cacat, memenuhi undangan mereka, makan bersama mereka, maka engkau orang yang tawadhu’.

KEENAM, apabila engkau makan dan minum secara tidak berlebihan dan tidak untuk demi gengsi, maka engkau orang yang tawadhu’

Sahabat-sahabat sekalian, semoga tanda-tanda tawadhu’ yang seperti disebutkan di atas dapat kita miliki, sehingga kita termasuk orang-orang yang mewakili sang penutup para Nabi yaitu Nabi Muhammad SAW. Amiin.

 

 

Kategori:Renungan Tag:,

Ketika ALLAH Bilang “Tidak”

Juli 3, 2010 Tinggalkan komentar

Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah ambillah kesombonganku dariku.” Allah berkata, “Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.”

Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.” Allah berkata, “Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.”

Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah beri aku kesabaran.” Allah berkata, “Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.

Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah beri aku kebahagiaan.” Allah berkata, “Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu.”

Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan.” Allah berkata, “Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada-Ku.”

Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.” Allah berkata, “Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.”

Ketika manusia berdo’a, “Ya Allah bantu aku mencintai orang lain, sebesar cinta-Mu padaku. Allah berkata… “Akhirnya kau mengerti!!” Allah tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Allah mengabulkan permintaan kita, justru karena Allah tahu yang terbaik, yang kita tidak tahu.

By: RENUNGAN ‘N KISAH INSPIRATIF’

Kategori:Renungan

Tetesan Embun Di Pagi Hari

Juni 25, 2010 Tinggalkan komentar

Setetes Air Embun

Embun pagi yang bertengger di ujung daun memang sudah sering kita lihat.  Namun jarang kita perhatikan.  Bangun tidur terus shalat subuh, berolahraga sebentar, mandi, makan, lalu langsung pergi ke tempat kerja.  Rutinitas dan kesibukan seperti itu telah menjadikan kita bagai robot-robot kota yang telah diprogram pemiliknya.  Apalagi bagi mereka yang terikat oleh jadwal jemputan, kereta api, bis maupun tumpangan kawan.  Waktu pagi mereka terasa sangat singkat.  Bahkan sarapan pun sering dilakukan di jalan atau setiba di kantor.

Setetes embun pagi memang selalu luput dari perhatian.  Padahal embun pagi adalah bagian dari tanda-tanda Ilahi.  Sebuah tanda di antara tanda-tanda berakhirnya masa malam yang gelap gulita, lalu digantikan oleh masa siang yang terang benderang.  Tanda yang lain tentunya sudah jelas seperti terbitnya matahari, kokok ayam, serta menghilangnya suara-suara binatang malam.  Tapi datangnya embun menjadi unik.  Tidak seperti yang lainnya, embun pagi bisa lebih lama kita pandang dan perhatikan.

Embun menjadi pertanda dimulainya hari dengan kejernihan. Sisihkan waktu sebentar untuk melihat dan merenungkan.  Renungkan apa saja, tapi arahnya satu.  Kejernihan. Apa yang akan kita lakukan hari ini harus berdasarkan pikiran yang jernih dan hati yang bersih.  Sempatkanlah merasakan dinginnya air embun.  Rasakan hembusan angin pagi.  Hiruplah udara segar dalam-dalam.  Bedakan dengan hirupan udara tatkala kita berolahraga.  Sebab, kali ini kita menghirup dan merasakannya dengan kejernihan pikiran dan hati.  Sampai terucap, Alhamdulillah, betapa besar nikmat yang Engkau berikan kepada kami, ya Allah.”  Lalu, mulailah aktivitas keseharian dengan membaca basmalah.

Hidup, bagi seseorang selalu menyisakan sebuah pertanyaan besar, apa sih yang kita cari?  Bahasa sederhananya, apakah tujuan kita hidup?  Kita hidup memang punya tujuan.  Dan, kalau boleh digeneralisir tujuannya cuma satu, yaitu bahagia.  Hidup bahagia.  Rasanya tidak ada tujuan lain selama manusia masih menghembuskan nafasnya, selain dari menginginkan kebahagiaan.  Ada berbagai cara atau sarana dalam mencapai kebahagiaan.  Atau dengan kata lain, bagaimana yang disebut bahagia.  Sampai wilayah ini, masing-masing orang tidak sama.

Ada yang bahagia lewat harta.  Asal duitnya banyak, ia bahagia.  Ada uang di kantong, legalah sudah.  Ada yang berbahagia karena wanita.  Kalau ia dikelilingi wanita cantik, dunia serasa surga.  Sudah tidak ada lagi keinginannya.  Itulah puncak kebahagiaannya.  Ada pula yang menganggap jabatan sebagai sarana mencapai kebahagiaan.  Misalnya, kalau ia bisa menduduki posisi tertentu, puaslah ia.  Biar uangnya sedikit, istriknya jelek plus cerewet, asal berpangkat ia bahagia.  Di saat-saat penghormatan yang ia terima atas posisinya tersebut kebahagiaan akan selalu muncul.

Kebahagiaan seorang muslim harus berbeda.  Seorang muslim sejati akan merasa bahagia bila Allah ridha terhadap dirinya.  Jadi mardhatillah adalah sesuatu yang ia cari-cari, sebab di situlah letak kebahagiaannya.  Kalau ia melakukan sesuatu yang menjadikan Allah ridha, apapun bentuk dan hasilnya, maka ia akan merasa bahagia.  Bila sebaliknya, kelakuan maupun perbuatannya menimbulkan kemurkaan Allah maka langsung dirinya kehilangan kebahagiaan.  Dirinya dirundung malang dan kesedihan.  Dengan tobat dan melakukan amal kebaikan sebagai pengganti maka kebahagiaannya akan timbul kembali.  Itulah tujuan dari prinsip seorang muslim.

Mardhatillah atau keridhaan Allah adalah hasil dari suatu pekerjaan baik atau tidak terlarang yang didasarkan pada niat semata-mata beribadah.  Dalam terminologi Islam, ibadah tidak saja mencakup aspek ritual (ibadah mahdhah) seperti shalat, zakat, puasa, haji, dan sebagainya, tapi juga ibadah umum seperti bekerja, berbuat baik pada orang tua, melayani kepentingan umum dan lainnya.  Nilai pahalanya tidak berbeda.  Asal pekerjaan tersebut niatnya lillahi ta’ala, maka Allah akan memberikan pahala kepadanya.  Pemberian tersebut adalah bentuk keridhaan-Nya.

Bekerja itu sendiri dalam ajaran Islam merupakan suatu kewajiban.  Rasulullah saw. menurut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dan Baihaqi mengatakan, ”Mencari pekerjaan yang halal merupakan kewajiban setelah kewajiban beribadah (ritual).”  Kewajiban seorang muslim pertama kepada Allah, yaitu melakukan shalat dan ibadah ritual lainnya.  Kemudian kewajiban terhadap diri sendiri, yaitu bekerja mencari nafkah untuk mencukupi kehidupannya, sehingga tidak membebani orang lain.  Apabila telah berkeluarga maka tanggung jawabnya bertambah, yaitu menafkahi anak istri.  Baginya bila mempunyai nafkah lebih, wajib pula membantu meringankan beban sanak famili dan kerabatnya.  Jika sudah terpenuhi, wajib baginya membantu masyarakat yang membutuhkannya.

Demikianlah semua aktivitas bekerja seorang muslim menjadi kewajiban yang harus ia penuhi, baik kepada dirinya, keluarga dan kerabatnya, serta masyarakatnya.  Kewajiban artinya jika dilaksanakan mendapat pahala, jika ditinggalkan mendapat siksa.  Jadi bekerja di kantor atau di tempat kerja lainnya pasti mendapat pahala.  Sekali lagi, jika niatnya memenuhi kewajiban yang Allah bebankan kepadanya.  Niatnya lillahi ta’ala.

Mengamati dan merenungkan tetesan embun di pagi hari, meskipun sebentar, diharapkan dapat membawa suasana kerja kita sepanjang hari menuju kepada keridhaan Allah.  Dengan perantara embun pagi, kita merenungkan bahwa penciptaan segala macam dunia beserta isinya, pergantian siang dan malam sebagai tanda-tanda bukti kekuasaan Allah.  Renungan itu akan menjadi ruh perjalanan hidup hari itu yang berfungsi sebagai rel menuju keridhaan tadi.  Renungan harian itulah yang akan menjadikan kita sebagai seorang muslim yang konsisten.  Yang menyatakan bahwa hanya Allah Tuhan dan tujuan kita.  Itulah yang dimaksud firman Allah dalam Qur’an surat Al Ahqaaf: 13, ”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan ’Tuhan kami adalah Allah’, kemudian mereka tetap istiqomah (konsisten) maka tidak akan menimpa rasa takut atas mereka dan tidak pula mereka sedih.”

Dengan kata lain, merekalah orang yang berbahagia.  Itulah yang dicari seorang muslim dalam hidup.

Mengamati embun pagi juga mendorong kita untuk berpagi-pagi dalam bekerja.  Tidak bangun siang-siang atau tidak tidur lagi setelah shalat subuh.  Nabi saw. sendiri memberikan motivasi untuk berpagi-pagi dalam mencari nafkah yang halal.  Imam Thabrani meriwayatkan sebuah hadits, bahwa Nabi saw. bersabda, ”Setelah melaksanakan shalat subuh, janganlah kalian kembali tidur.  Gunakanlah untuk mencari rezeki.”

Dalam hadits yang lain Nabi saw. juga bersabda, “Berpagi-pagilah dalam mencari rezeki dan kebutuhan hidup.  Karena dalam kepergian di pagi hari untuk bekerja itu terdapat keberkahan dan kemenangan.” Cuma mereka yang pagi hari bangun, berolah raga sebentar kemudian bersiap pergi ke kantor yang akan mendapat kemenangan.  Menang dalam bersaing dengan kompetitornya.  Masih ditambah keberkahan pula.  Demikianlah salah satu motivasi Islam dalam meningkatkan produktivitas umatnya.

Insya Allah, hidup kita di hari itu selanjutnya akan berkah.  Mulai dari perjalanan menuju kantor, mengerjakan tugas masing-masing, apakah itu menjadi pimpinan, manajer, staf sampai office boy.  Mulai dari menulis, menandatangani, mengetik, berkomunikasi, berpikir dan bekerja, keberkahan akan selalu ditemukan.  Persoalan yang datang akan dihadapi dengan pikiran dan hati yang jernih.  Setiap cobaan akan menjadikannya bertambah iman dan meningkat kualitasnya.  Sabar menjadi senjatanya.  Demikian pula keberhasilan tidak akan menjadikannya sombong dan takabur.  Syukur tak pernah lepas darinya, Bersabar dalam cobaan dan bersyukur dalam kejayaan.”

Kalau aktivitas seorang muslim seperti itu pasti akan terucap, betapa indah hidup ini.  Betapa indah embun pagi.  Betapa indah nikmat Allah ini.  Maka, berjanjilah untuk melakukan hal itu serta lakukanlah apa yang sudah kita janjikan di hari itu.

Cuplikan hadist berikut :

Mencari pekerjaan yang halal merupakan kewajiban setelah kewajiban beribadah (ritual).”   Diriwayatkan oleh  :

a. Imam Thabrani dan Bukhari

b. Imam Thabrani dan Baihaqi

c. Imam Tirmidzi dan Baihaqi

Kategori:Renungan Tag:

RAHASIA ADZAN

Juni 15, 2010 Tinggalkan komentar

Renungkanlah WAHAI SAHABAT-SAHABATKU yang dirahmati ALLAH SWT, Mengapa lidah kelu di saat kematian? Tetapi kematian itu pasti menjelma. Hanya masa dan waktunya yang tidak kita ketahui. Coba kita amati.

Mengapa kebanyakan orang yg nazak  (hampir ajal) tidak dapat berkata apa-apa.. Lidahnya kelu, keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan ‘sakaratul maut’. Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud: “Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya.”. Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang.

Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati adzan. Banyak Fadhilatnya. Jika lagu kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan diamkan diri, mengapa ketika adzan kita tidak boleh mendiamkan diri? Lantas siapa yang berkata-kata ketika adzan, Allah akan kelukan lidahnya ketika nazak.

Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita tidak dapat mengucap kalimah “Laailaahaillallaah” yang mana siapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Allah, maka dgn seizin-Nya  syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita sama-sama menghormati adzan dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut.

“Ya Allah! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah “Laailaahaillallaah” semasa sakaratul maut menghampiri kami. Amin..amin..amin Yarobbal A’lamin..”

WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W. Kepada SAIDINA ALI R.A.;

Wahai Ali, bagi orang MUKMIN ada 3 tanda-tandanya:
1) Tidak terpaut hatinya pada harta benda dunia.
2) Tidak terpesona dengan bujuk rayu.
3) Benci terhadap kebohongan dan perkataan sia-sia.. 

Wahai Ali, bagi orang ‘ALIM itu ada 3 tanda2nya:
1) Jujur dalam berkata-kata.
2) Menjauh segala yg haram.
3) Merendahkan diri.

Wahai Ali, bagi orang yg JUJUR itu ada 3 tanda2nya:
1) Merahasiakan ibadahnya.
2) Merahasiakan sedekahnya.
3) Merahasiakan ujian yg menimpanya.

Wahai Ali, bagi org yg TAKWA itu ada 3 tanda2nya:
1) Takut berlaku dusta dan keji.
2) Menjauhi kejahatan.
3) Memohon yang halal kerana takut jatuh dalam keharaman.

Wahai Ali, bagi AHLI IBADAH itu ada 3 tanda2nya:
1) Mengawasi dirinya.
2) Menghisab dirinya.
3) Memperbanyakkan ibadah kepada Allah s.w.t.

Uang Rp 50.000 kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak derma masjid, tetapi begitu kecil bila kita bawa ke supermarket.

45 Menit terasa terlalu lama untuk berzikir tapi betapa pendeknya waktu itu untuk pertandingan sepak bola.

“ Semua insan ingin memasuki syurga tetapi tidak ramai yang berfikir dan berbicara tentang bagaimana untuk memasukinya”.

Semoga menjadi renungan buat kita semua…..

Kategori:Renungan Tag:

Membekali Diri Dengan Tauhid

Juni 14, 2010 Tinggalkan komentar
Kategori:Renungan Tag:

Kebesaran Sang Pencipta (Khalik)

Juni 12, 2010 Tinggalkan komentar

Dunia kita penuh dengan tempat misterius yang menyembunyikan rahasia mereka dalam debu-debu peradaban yang ada. Kastil kuno, patung atau kuli sakral, tanah tersembunyi, dan berbagai tempat yang berhak mendapat perhatian lebih dari mereka yang gemar bertualang. Mari kita mulai bertualang dari satu tempat misterius ke tempat lainnya.

Pulau Paskah

Pulau ini berada di antara Tahiti dan Chili, dan meraih popularitas internasional karena patung kolosal yang luar biasa berbentuk wajah manusia. Tiap patung tingginya adalah 14 kaki (sekitar 4 meter), berat sekitar 14 dan terbuat dari batu vulkanis, dan merupakan hasil karya dari masyarakat Rapa Nui. Sampai sekarang belum diketahui bagaimanakah patung ini dibuat dengan teknologi primitif yang dimiliki masyarakat tersebut. Ada berbagai teori mengenai asal patung dan artinya, termasuk salah satunya adalah teori fantastis yang mengatakan bahwa patung ini dibuat oleh UFO. Tapi, sampai sekarang kebenaran dari semua teori yang ada belum terungkap. Akankah anda menjadi salah satu yang bisa mengungkapnya?

Mesir

 

Salah satu tempat paling misterius dan ajaib di planet. Berada di Afrika Utara, negara ini memiliki lebih dari 80 piramida yang tersebar di sepanjang sungai Nil. Masing2 tingginya mendekati 100 meter, dan terbuat dari batu raksasa dengan berat masing-masing mencapai 100 ton. Sampai sekarang legenda mengenai piramida masih mengundang berbagai gosip baru, mitos dan kepercayaan baru juga bermunculan. Dari semua piramida, yang tertinggi adalah Piramida Cheops. Semua piramida dibangun hanya dengan menumpuk satu batu diatas batu lainnya. Tidak ditemukan lem, paku, atau perekat apapun digunakan dalam pembuatan piramid. Semua batu entah bagaimana saling pas, sehingga sangat susah ditemukan adanya retakan atau celah. Permasalahan mengenai teknik pembangunan yang digunakan juga belum terjawab sampai saat ini. Jadi jika anda memang mencari misteri, Piramida-piramida Mesir akan tetap memberikan misteri bagi anda.

Bermuda

Di Atlantik Barat laut, terletak Segitiga Bermuda. Dalam segitiga ini terdapat 7 pulau besar dan 150 pulau kecil yang sebenarnya adalah gugusan karang. Segitiga ini juga disebut sebagai segitiga setan – semua alat teknologi tinggi dan semua alat navigasi tidak bekerja dengan benar di tempat tersebut. Seringkali bahkan komunikasi dengan dunia diluar segitiga ini menjadi masalah. Tidak ada yang tahu mengapa dan bagaimana mencegah hal ini. Jadi, jika anda memang berani, siapa tahu anda menjadi yang pertama memecahkan misteri ini.

Antartika

 

Antartika adalah tempat yang sangat tidak ramah untuk dihuni. Begitu banyak perubahan dan fenomena yang sampai sekarang menjadi rahasia besar buat sebagian besar dari kita. Antartika juga memiliki banyak misteri, dari 14 juta kilometer benua tertutup salju dan es dengan ketebalan antara 2000 sampai 4800 meter, ada juga pulau yang kering total, dan disebut “Lembah kering tanpa salju”. Jadilah saksi hidup untuk fenomena ini!

Xinjian

Di kota ini, ada daerah terbengkalai yang disebut “Moguicheng” atau kota iblis. Beberapa kastil di Moguicheng menimbulkan suara aneh yang tidak jelas darimana asalanya. Jika anda mendekati kota iblis ini di hari panas dengan angin sepoi-sepoi, anda akan mendengarkan ritme manis, seperti 10 juta bel kecil atau 10 juta gitar bermain bersama dengan indahya. Tapi jika angin kencang mendekat, maka suara yang timbul akan bagaikan raungan singa, tangis bayi atau lolongan serigala.

Stonehenge

 Stonehenge adalah susunan batu misterius di daerah pinggiran Inggris. Tidak ada yang tahu tujuan dibangunnya apa, apakah istana, atau tempat pemujaan, atau kuil atau mungkin tanda adanya UFO? Coba anda kunjungi, siapa tahu anda bisa memecahkan misterinya!

Henan

Di Henan, Cina, anda akan menemukan daerah anomali geotermal yang disebut “bingbing bei” atau punggung es. Semua wilayah Cina memiliki perubahan musim yang normal, para penduduk di daerah barat Propinsi Liaoning, Cina, memiliki suhu hangat yang tetap. Tapi pada saat musim panas datang, maka mulailah fenomena ajaib ini. Ketika suhu udara mencapai suhu 30 derajat Celsius dan matahari bersinar dengan cerahnya, perubahan besar-besaran terjadi, dan temperatur di satu meter dibawah tanah mencapai -12 derajat Celsius, sehingga tanah membeku dan semua air berubah menjadi es.

Air Terjun Niagara

Air Terjun ini terkenal sebagai tujuan turis. Keajaiban alam ini terletak di perbatasan Kanada dan Amerika. Air terjun ini meliputi daerah seluas 250.000 mil persegi dan aliran airnya dapat mencapai 250.000 kaki kubik perjam.

 

 

 

 

Geyser

Geyser adalah aliran air hangat yang menyembur ke permukaan tanah. Geyser selalu tampak menarik dan misterius. Salah satu tempat di Reykjavik, ibukota Islandia, terkenal dengan geysernya yang mencapai diameter 20 meter dan ketika hujan, anda bisa menemukan pemandangan yang mengerikan: aliran air yang menyembur luar biasa sehingga mencapai ketinggian 70 meter. Jika anda mengunjungi Cina, dan menunggu di sekitaran Geyser di sungai Yangbo, Tibet. Geyser yang ada dapat menyembur dengan suara yang mengejutkan setiap beberapa menit sekali. Diamter semburan air panas ini mencapai 2 meter dan ketinggian semburannya dapat mencapai 20 meter.

Kategori:Renungan